Oleh: Josephine Chezka Carlisa, Devi Nur Haliza
Sebanyak 14 pelajar SMA/SMK sederajat Kabupaten Jepara ikuti Workshop Pelatihan Jurnalistik Pelajar dalam Rangka Hari Pers Nasional 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di Gedung Shima, Jepara.
Acara ini menghadirkan narasumber Ketua PWI Jepara, Septina Nafiyanti, wartawan Metrotvnews Rhobi Shani, dan Sulismanto jurnalis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
Ketiga narasumber tersebut membekali para pelajar dengan materi dasar-dasar jurnalistik. Seperti etika
jurnalis, teknik pengumpulan data dan wawancara, serta teknik penulisan berita. Selain mempelajari teori, peserta pelatihan juga melakukan praktik peliputan di Museum R.A. Kartini, Jepara.
Septi memaparkan bahwa bahwa kerja jurnalistik meliputi perumusan ide, dilanjutkan dengan peliputan, penulisan, editing, sampai berita siap dibagikan. Septi juga menjelaskan cara membedakan antara berita hoaks dan fakta, serta penulisan menggunakan kecerdasan buatan (AI). Terlebih sekarang di era digital, penggunaan teknologi tersebut semakin marak di dunia kepenulisan. “Hal utama yang membedakan antara tulisan manusia dan AI yaitu perasaan. AI memang mampu melakukan semuanya dengan instan, tapi tidak memiliki emosi yang dihadirkan dalam tulisan,” tegasnya.
Di samping itu, Rhobi Shani menuturkan jika dalam pelaksanaan tugas jurnalistik seperti penulisan hard news ataupun soft news diperlukan wawancara serta observasi terhadap ide atau isu yang akan diangkat. Ditambah oleh penjelasan Sulismanto tentang pentingnya ketelitian dalam penulisan berita, khususnya dalam penggunaan bahasa yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Ia juga menekankan bahwa berita harus disusun dengan unsur 5W + 1H dan menggunakan konsep piramida terbalik.
Salah satu peserta pelatihan, Devi mengungkapkan bahwa ia puas dengan kegiatan yang diselenggarakan. “Melalui pelatihan ini saya mendapatkan banyak ilmu dan bisa memperluas pertemanan,” ujarnya.
